Sejarah 7 Pemimpin Negara Terburuk di Dunia - sebatasinfo.com

Sejarah 7 Pemimpin Negara Terburuk di Dunia


Sejarah 7 Pemimpin Negara Terburuk di Dunia

Menjadi Presiden memang bukan perkara yang mudah. Menjadi Presiden harus memiliki kecakapan dalam memimpin dan memberi keputusan yang tepat demi rakyat. Namun, 7 Presiden ini memiliki predikat sebagai Presiden terburuk di dunia. Berikut ini 7 pemimpin dunia dengan predikat terburuk sepanjang masa yang dilansir dari berbagai macam sumber.

1. Robert Gabriel Mugabe, Presiden Zimbabwe.

Robert Gabriel Mugabe, Presiden Zimbabwe.

Mugabe tampil sebagai kepala pemerintahan Zimbabwe sejak tahun 1980 sebagai Perdana Menteri yang pertama dan Presiden eksekutif pertama. Jabatan Presidennya dimulai pada 31 Desember 1987.
Sejak menjabat sebagai Presiden, ia menghapuskan jatah 20 kursi di parlemen dan 10 kursi senat bagi wakil masyarakat kulit putih. Menurut pemerhati HAM dari Organisasi Amnesti Internasional, Mugabe dianggap sebagai pemimpin yang melanggar HAM kelas berat, terutama pada tahun 2008 saat kampanye pemilu Presiden dalam menghadapi secara represif pendukung lawan politiknya, Morgan Tsvangirai dan penindasan terhadap suku minoritas Rhodesia.

2. Idi Amin, Presiden Uganda.

Idi Amin, Presiden Uganda

Idi Amin adalah sosok yang berkuasa di Uganda pada tahun 1971 sampai 1979. Ia berkuasa pada tahun 1971 setelah melakukan kudeta yang menggulingkan Presiden Milton Obote. Selama masa kekuasaannya, banyak pelanggaran HAM yang dilakukan Amin.

Menurut dunia internasional, sekitar 100 ribu sampai 500 ribu orang tewas sepanjang kekuasaan Amin. Perilakunya yang tak kalah masuk akal adalah memerintahkan tahanan untuk berkelahi menggunakan palu sampai mati. Niat Amin untuk mengambil provinsi Kagera, Tanzania pada tahun 1978 memicu perang antara Uganda dan Tanzania yang sekaligus mengakhiri tahun kekuasaannya. Amin kemudian mengasingkan diri ke Libya dan Arab Saudi hingga meninggal dunia pada 16 Agustus 2003.

3. Jacob Zuma, Presiden Afrika Selatan.

Jacob Zuma, Presiden Afrika Selatan.

Pemerintahan Zuma selalu dituduh korupsi, yang juga selalu dibantahnya. Pada 2016, pengadilan Afrika Selatan menyatakan Zuma melanggar konstitusi karena tidak mengganti uang pemerintah yang digunakan untuk rumah pribadinya. Tahun lalu, Mahkamah Agung menyebut dia menghadapi 18 tuduhan korupsi, penyelewengan, dan pencucian uang terkait pembelian senjata di tahun 1999.

Belakangan, Zuma dikaitkan dengan pengusaha India yaitu keluarga Gupta yang dituding memengaruhi pemerintah. Keduanya pun membantah hal itu. Pada tanggal 14 februari 2018 ia menyatakan mundur dari jabatan kepresidenan karena didesak oleh partai yang membawanya menjadi Presiden pada tahun 2009.

4. Kaisar Jean Bokassa, Presiden Republik Afrika Tengah.

Kaisar Jean Bokassa, Presiden Republik Afrika Tengah

Bokassa berkuasa pada tahun 1966 hingga 1979. Pada 11 tahun pertama kekuasaannya, Bokassa adalah Presiden Republik Afrika Tengah. Namun, pada 1977 dia mendaulat dirinya sendiri sebagai kaisar.

Setelah digulingkan lewat kudeta pada 1979, Bokassa dituding melakukan berbagai kejahatan, antara lain mengeksekusi anak-anak yang tak mengenakan seragam yang diproduksi perusahaan milik istrinya. Bokassa juga dituduh melakukan praktik kanibalisme, meski tuduhan ini dicabut karena tak cukup bukti. Namun, salah seorang pengawalnya mengaku pernah memasak daging manusia yang kemudian disajikan kepada sejumlah tamu.

5. Silvio Berlusconi, Perdana Menteri Italia.

Silvio Berlusconi, Perdana Menteri Italia

Perdana Menteri Italia ini disoroti karena masalah pribadi dan keluarganya. Orang terkaya nomor 3 di Italia dan telah menjadi PM sejak 1994 itu dinyatakan berperilaku buruk terkait perceraian dengan istrinya, Veronica Lario. Sementara itu, perilakunya terhadap kebebasan berpesta sex juga membuat reputasinya anjlok dan menempatkan dirinya sebagai salah satu pemimpin dunia terburuk.

6. Jenderal Alfredo Stroessner Matiauda, Presiden Paraguay.

Jenderal Alfredo Stroessner Matiauda, Presiden Paraguay

Stroessner berkuasa di Paraguay selama 35 tahun, yaitu pada 1954-1989. Saat berkuasa, ia menerapkan hukum militer yang terus diperbaharui setiap 90 hari. Strossner dikenal kejam terhadap lawan-lawan politiknya.

Kaki tangan Stroessner kerap merendam para lawan politiknya dalam kubangan kotoran manusia saat sedang diinterogasi. Beberapa tahanan politik dilemparkan dari pesawat udara, bahkan ada yang mengatakan bahwa Stroessner mendengarkan lewat telepon saat anak buahnya memutilasi seorang pemimpin partai komunis dengan menggunakan gergaji mesin.

Stroessner harus kehilangan tahtanya setelah dikudeta oleh Jenderal Andres Rodriguez. Stroessner lalu mengasingkan diri ke Brazil selama 17 tahun. Dia meninggal dunia di kota Brasilia pada 16 Agustus 2006 akibat komplikasi setelah menjalani pembedahan hernia.

7. George W. Bush, Presiden Amerika.

George W. Bush, Presiden Amerika

Seperti Rutherford B. Hayes, George W. Bush menjadi Presiden ke-43 dalam ajang pemilu yang sangat diperebutkan pada waktu itu. Bush kehilangan suara populer untuk lawannya, Al Gore, tapi menang melalui Pemilihan College ketika Mahkamah Agung mengesahkan suara pemilu di Florida. Sementara ia mampu memenangkan pemilihan ulang pada tahun 2004, dia dianggap sebagai presiden yang membawa Amerika Serikat bersitegang dengan negara-negara di Timur Tengah.

Buruk atau baiknya suatu negara juga tak bisa lepas dari reputasi pemimpinnya. Kalau pemimpinnya baik, negaranya pun juga akan membawa reputasi baik. Semoga artikel ini bisa menambah referensi kalian tentang sosok pemimpin yang kurang pantas untuk ditiru.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

© Copyright Sebatasinfo.com All Rights Reserved
Redesign by Sebatasinfo.com